Guru Sebagai Aktor Keteladanan oleh Suprianto

Tak bisa dipungkiri posisi sebagai guru menjadi aktor utama keteladanan bagi anak didiknya. Posisi ini sejatinya menjadi modal utama bagi seorang guru untuk pembentukan karakter dan revolusi mental genarasi penerus. Perkataan guru dan tindak-tanduknya di lingkungan lembaga pendidikan mapun di tengah-tengah masyarakat sangat ampuh buat si anak dibandingkan dengan orang tuanya di rumah. 
 
Memang tak mudah untuk mencari sosok yang bisa kita teladani di zaman tanpa batas ini. Kemajuan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat tidak membuat kita semakin santun dan ramah serta menjadi sosok yang berkharisma. 
 
Rasanya sulit sekali mencari sosok yang bisa kita teladani dimasa kini. Apakah itu orang tua, pendidik dan para pemimpin negeri ini, tak mampu lagi, memberikan contoh teladan yang baik bagi generasi masa kini dan akan datang. 
 
Inilah tantangan terbesar yang dialami dunia pendidikan saat ini. Padahal melalui pendidikan dapat mengubah tatanan budaya dan akhlak sebuah generasi untuk kemajuan bangsa. Dengan keteladanan maka akan tumbuh pribadi-pribadi yang berkarakter unggul sebagai the winner bukan menjadi orang-orang yang the looser. 
 
Lantas apa yang harus dilakukan para pendidik baik di sekolah maupun di pondok pesantren untuk menghadapi gempuran budaya asing yang mengikis akhlak generasi muda Muslim? Mari kita mulai membuka kembali lembaran sejarah aktor guru teladan kelas dunia, Nabi Muhammad SAW.
 
Simaklah Firman Allah SWT, ''Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.''(Q.S. Al-Ahzab: 21)
 
Bagi seorang muslim apalagi dia sebagai pendidik wajib hukumnya meneladani Rasulullah SAW, termasuk dalam masalah pendidikan. Islam tidak akan menolerir model-model pendidikan yang meracuni anak didik dengan nilai-nilai kesyirikan, kekufuran, dan kerusakan akhlak. 
 
Di tengah dahsyatnya gempuran berbagai model pendidikan yang dijejalkan kepada kaum muslimin, keharusan untuk merujuk kepada apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah suatu yang sangat penting. Maka, tiada pilihan lain bagi seorang Muslim kecuali menerapkan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. 
 
Rahasia Rasulullah SAW sehingga beliau menjadi pendidik yang sukses yang utama model pendidikan yang diterapkan Rasulullah dengan menanamkan menyangkut masalah tauhid, mengenyahkan kesyirikan. Ajari dan pahamkan anak dengan masalah tauhid. Dengan menanamkan tauhid yang benar kepada anak didik maka akan tumbuh anak-anak yang memiliki keyakinan yang mantap. 
 
Maka itu seorang yang berprofesi sebagai guru bukan hanya bertugas mentranfrer ilmu pengetahuan, tetapi jauh lebih dari itu. Karena seorang anak didik apalagi pada tingkat dasar akan mencari figur untuk mereka tiru dan ikuti. Seorang guru harus menjadi panutan bagi para muridnya karena kata guru yang dalam bahasa sunda digugu dan ditiru yang artinya seseorang yang ditaati dan dicontoh segala perbuatan dan ucapannya. 
 
seorang guru dituntut untuk selalu baik dalam ucapannya dan perbuatan bukan hanya di depan anak didiknya tapi dalam kehidupan sehari-harinya, jadi apa yang diucapkan dan apa yang diperbuat mempunyai keselarasan.
 
Menurut pakar pendidikan menyatakan bahwa keteladanan adalah media pendidikan yang paling efektif dan berpengaruh dalam menyampaikan tata nilai kehidupan. Kita juga tahu apa yang di katakan oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara dengan petuah dalam bahasa Jawa yang tidak asing dalam dunia pendidikan yaitu Ing ngarsa sung tulada (di depan seorang pendidik harus memberikan teladan). Ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid guru harus menciptakan ide atau prakarsa). Tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). 
 
Inilah falsafah pendidikan yang harus dimiliki oleh semua guru di Indonesia. Senada dan seirama dengan yang diajarkan Rasulullah SAW 14 abad yang lalu. Mudah-mudahan segala tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini bisa diatasi dengan kemauan dan kerja keras guru dalam mendidik generasi emas anak bangsa dengan bermodalkan keteladanan. Semoga terwujud. Amin. 
 
# Penulis adalah Guru dan Pendidik di Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu Parung, Bogor, Jawa Barat
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

One Day One Ayat

Rampak Bedug SDT Bina Ilmu