Kegiatan SDT Bina Ilmu

Kegiatan SDT Bina Ilmu (35)

WWW.BIL.SCH.ID, PARUNG-- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serempak diadakan di seluruh sekolah mengawali hari pertama Tahun Pelajaran 2019/2020, Senin, (15/7). Beragam kegiatan dirancang bagi para pengelola pendidikan mulai tingkat dasar hingga tingkat lanjutan atas guna memberi kesan pertama yang baik dan penuh semangat.
 
Seperti yang dilakukan SD Terpadu Bina Ilmu, misalnya. Sekolah yang mulai beroperasi pada 2004 ini merancang kegiatan MPLS selama lima hari, 15-19 Juli 2019. 
 

Ketua MPLS, Abdul Malik Alhasan, memaparkan, hari pertama diawali dengan penyambutan peserta didik oleh seluruh dewan guru di depan gerbang sekolah. ''Panitia membuat gapura yang di kanan dan kiri dihias ondel ondel. Seluruh peserta didik baru maupun lama langsung diarahkan menuju masjid untuk melaksanakan dhuha terbimbing,'' kata Milik kepada bil.sch.id, Senin, (15/7). 

 
Tepat pukul 07.00 WIB, sebanyak 347 peserta didik duduk di lapangan seluas 18 x 20 meter persegi yang beralaskan karpet merah untuk mengikuti serangkaian hari pertama MPLS. Faiz Nilmaizar Yaqzhon dan Ayra Nahdah Allawi dari kelas I didaulat menjadi peserta MPLS untuk disematkan syal karena keduanya datang paling awal. 
 
Tak dipungkiri, kegiatan MPLS, sambung Malik, adalah moment awal bagi peserta didik baru sebelum menjalankan pembelajaran selama beberapa tahun ke depan. 
 
''Oleh karena itu, kami sepakat bahwa MPLS harus dikemas sedemikian rupa sehingga memberikan kesan baik, positif dan menyenangkan bagi para siswa, guru bahkan wali murid,'' jelasnya. 
 
Malik yang baru satu tahun bergabung di SDT Bina Ilmu merinci kegiatan MPLS. Kegiatan selalu diawali dengan dhuha terbimbing dilanjutkan dengan One Day One Ayat (ODOA), mufradhat bahasa Arab, Inggris, Sunda, dan membaca Alquran/Iqra. 
 
Hari kedua, Selasa, (16/7) mengundang pasukan pemadam kebakaran Kabupaten Bogor untuk pendidikan penanggulangan kebakaran sejak dini. 
 
Hari ketiga, Rabu, (17/7), kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)seperti cara mencuci tangan dan gosok gigi yang benar dirangkai dengan lomba mewarnai kategori kls 1 dan 2, lomba menggambar kategori kelas 3, dan lomba mengarang kelas  4 - 6. 
 
Hari keempat, Kamis, (18/7), diisi kegiatan kepanduan dan mengundang Komunitas Reptil Ciseeng (KRC). Hari kelima, Jumat, (19/7) kegiatan demo ekstrakurikuler silat, panahan, pianika, tari dan lomba mars PPK, Mars Bina Ilmu dan Lagu Daerah. 
 
Selain itu, peserta mendonasikan sembako, seperti beras, gula, teh, kopi, susu, kecap, minyak, untuk bakti sosial menutup rangkaian MPLS. 
 
Malik bersyukur kegiatan MPLS yang dikomandoi mendapat apresiasi yang luar biasa dari semua pihak. ''Kami selaku panitia merasa bahagia dengan begitu besarnya antusiasme yang terjadi pada MPLS tahun ini,'' tandas Malik.
 
Keseruan dan kemeriahan MPLS dirasakan Muhammad Syadwan Azam (7 tahun), peserta didik kelas I B. Dirinya mengaku senang bersekolah di SDT Bina Ilmu. ''Acaranya seru pokoknya.'' ungkap Azam. 
 
Azam sangat berkesan dengan hiasan ondel-ondel yang berada depan gerbang sekolah. ''Ondel-ondelnya lucu,'' kata azam polos seraya menambahkan dapat teman baru dan Ibu Gurunya sangat baik.
 
Kepala SDT Bina Ilmu, Suprianto, mengatakan, menciptakan pendidikan bermutu butuh dukungan dari semua pihak. Keterpaduan antara pengelola pendidikan, yayasan, dewan guru, peserta didik, orang tua dan masyarakat harus diciptakan. ''Dengan kolaborasi dari Tri Pusat Pendidikan ini, insya Allah akan hadir pendidikan bermutu,'' kata Pri sapaan akrabnya.
 
Suprianto yang baru satu tahun menahkodai sekolah yang beralamat di Jl. H.Mawi nomor 03 Parung, Bogor, Jawa Barat, sangat konsen mengutamakan pendidikan adab dari pada ilmu pengetahuan. 
 
''Al adabu qablal 'ilmi, (adab lebih utama dari pada ilmu) ini bukan hanya slogan tapi bagi kami menjadi spirit dalam perjuangan mendidik generasi qur'ani yang berwawasan lingkungan, terampil berbahasa dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,'' tandasnya.
 
Hal senada diungkapkan Ketua YPU Bina Ilmu, Nurcholis, SHI, kegiatan MPLS menjadi salah satu agenda pengenalan  di lingkungan Bina Ilmu. ''Dengan kegiatan MPLS para peserta didik akan dikenalkan dengan kegiatan yang ada di Bina Ilmu,'' katanya. 
 
Lebih lanjut, pria kelahiran 01 April 1981 ini memaparkan program jam nol yang sudah berjalan sejak sekolah ini beroperasi bagi para peserta didik akan terus disempurnakan. ''Para peserta didik yang baru dikenalkan seperti shalat dhuha, ODOA, bahasa, dan tadarus Alquran serta kegiatan lainnya, tujuan anya adalah penanaman qaidah dan akhlak buat para peserta didik yang baru maupun yang lama,'' papar jebolan UIN Syarif Hidayatullah ini. []
 
Naskah: Aboy Montoya/bil.sch.id
Foto-foto: Muhammad Hidayatullah/bil.sch.id
WWW.BIL.SCH.ID--Sekolah Dasar Terpadu Bina Ilmu Parung, Bogor, Jawa Barat, menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang dirangkai dengan Lomba Tingkat (LT) 1, Sabtu-Ahad, 30-31 Maret 2019. Kegiatan yang setiap tahun digelar ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Zona Madina, Dompet Dhuafa, Jampang, Kemang, Bogor, Jawa Barat, dengan tajuk ''Semangat Menggebu, Kerja dengan Restu, Prestasi Beribu-ribu''.
 
Ketua Panitia, Abdul Malik Al Hasan, memaparkan kegiatan Persami diikuti anggota pramuka penggalang kelas V dan VI yang dibagi ke dalam 13 regu yang terdiri dari enam regu putra dan tujuh regu putri dengan total peserta 98 orang. Kegiatan dibagi menjadi delapan giat. ''Kegiatan diawali dengan giat umum, giat keagamaan, giat pribadi, giat materi, giat lomba, giat bakti, giat unggun-pentas seni dan giat outbond,'' papar Malik.
 
 
Malik melanjutkan, giat umum meliputi kegiatan upacara pembukaan dan penutupan. Sementara giat keagamaan meliputi shalat wajib berjamaah dan shalat sunah dhuha dan tahajud serta tadarus Alquran. Adapun giat pribadi seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), bersih bersih lingkungan dan makan-minum. ''Materi yang disajikan seperti tanda pengenal gerakan pramuka, peraturan 
baris berbaris, tali-temali (pioneering), sandi morse, sandi semaphore.''
 
Hal yang paling ditunggu, sambung Malik adalah giat lomba dan giat unggun. ''Panitia menggelar delapan mata lomba untuk para peserta yang terdiri dari lomba yel-yel, Peraturan Baris Berbaris (PBB), lomba morse, pentas seni, semaphore, pengetahuan umum dan pengetahuan kepramukaan (PUPK), penjernihan air, pioneering, sandi-sandi dan hasta karya,'' tandas Malik.
 
 
Salah seorang peserta, Muhammad Nabil Nasrul (11 th) mengaku sangat senang dengan kegiatan Persami yang baru pertama kali diikutinya. Nabil --sapaan akrabnya-- yang tergabung dalam Regu Rajawali mengikuti kegiatan demi kegiatan dengan antusias.  
 
''Saya baru pertama kali kemping. Senang banget,'' ujarnya penuh semangat. 
Nabil melanjutkan, kegiatan ini menjadikan dirinya lebih berani dan sangat menyenangkan. ''Enak bisa tambah ilmu kepramukaan. Bisa jalan-jalan ke sini (Buper Zona Madina, red),'' akunya polos. 
 
Walaupun harus berdesakan dengan tujuh temannya dalam satu tenda saat beristirahat, Nabil tetap bisa tidur dengan nyenyak di dalam tenda. ''Enak tidur bareng teman temen. Pokoknya senang,'' ujar siswa Kelas 5A ini.
 
 
Nabil berharap tahun depan dirinya ingin mengikuti kegiatan Persami dengan semaksimal mungkin. ''Pokoknya tahun depan mau ikut Persami lagi. Seru pokoknya,'' tandas bungsu dari lima lima bersaudara dari pasangan HM Nasrul dan Hajah Yuli ini. 
 
Semantara itu, Majelis Pembina Gugus (Mabigus) SDT Bina Ilmu, Suprianto SPd, mengatakan, tujuan diadakan Persami ini untuk melatih disilpin, mental dan keberanian peserta didik dalam menjalani kehidupan di luar. ''Acara Persami ini bertujuan untuk melatih kemandirian, melatih berorganisasi dan melatih tanggung jawab sebagai peserta didik,'' kata Suprianto yang baru delapan bulan menahkodai SDT Bina Ilmu. 
 
Persami, sambung Pri, sapaan akrabnya, adalah sebagai wadah membentuk karakter peserta didik supaya lebih religius dan mandiri. ''Kegiatan Persami yang kami rancang lebih menekankan pada aspek religiusitas, kemandirian dan kerjasama serta cinta lingkungan. Kami awali kegiatan dengan Dhuha, selalu berjamaah pada setiap waktu shalat wajib, tadarus setelah Magrib berjamaah, muhasabah saat kegiatan api unggun dan qiyamullail sampai Subuh berjamaah, dan bakti sosial,''jelasnya. 
 
Pri berharap dari Persami ini, peserta didik bisa lebih berani dan mampu membangun kerjasama tim dalam mengelola permasalahan yang dihadapi dalam setiap kegiatan yang disajikan panitia serta bertanggung jawab dalam segala hal.[]
Naskah : Aboy Montoya/www.bil.sch.id
Foto-foto : Dokumentasi www.bil.sch.id

WWW.BIL.SCH.ID, BOGOR- Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu menggelar Haul Kedua atas wafatnya H Damanhuri Zuhri disertai zikir awal tahun 2019, Rabu (2/1). Haul kedua Pendiri YPU Bina Ilmu yang juga sebagai wartawan senior Harian Republika ini dipusatkan di halaman Perguruan Bina Ilmu yang terletak di Jl H Mawi Nomor 03 Parung, Bogor, Jawa Barat.

 

Ketua YPU Bina Ilmu, Nurcholis, menjelaskan maksud diadakan  haul kedua almarhum yang disertai kegiatan zikir dan doa awal tahun 2019. Menurutnya, untuk mengenang wafatnya almarhum pada 2 Januari sekaligus hadirin bermuhasabah di awal tahun ini. 

 

Pada haul kedua Damanhuri Zuhri, hadir beberapa tokoh masyarakat yakni para ustad yang berada di sekitar lingkungan terdekat. Nurcholis menyampaikan, almarhum merupakan sosok orang yang sangat supel, bijaksana, serta suka memberi, tidak pernah pilih kasih, dan beliau juga mau turun bermasyarakat. Menurutnya, hal itu yang membuat Damanhuri dikenal dan punya banyak sahabat.

 

Tidak hanya tokoh masyarakat, Haul ini juga dihadiri para siswa dan orang tua siswa serta jajaran guru di Perguruan Bina Ilmu. Diketahui, perguruan tersebut merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Damanhuri bersama Acep Jarkasih yang juga masih kerabatnya.

 

Kepala SD Terpadu Bina Ilmu, Suprianto, memaparkan acara yang digelar secara sederhana ini dilaksanakan pukul 07.00 - 09.00 WIB. Di bawah tenda berukuran 15x18 meter acara  diawali dengan shalat dhuha dilanjutkan dengan murajaah hafalan Alquran One Day One Ayat (ODOA) yang dipimpin Direktur Pendidikan YPU Bina Ilmu, H. Momon Abdul Rohman.

 

‘’Setelah mendengarkan pembacaan Qalam Ilahi  yang dibacakan salah satu siswa kelas VI, Hasan Nasrullah, disambung menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bina Ilmu,’’paparnya.

 

Pri, sapaan akrabnya menjelaskan, tahlilan dan pembacaan surat Yasin dipimpin oleh seorang sahabat almarhum Damanhuri, yakni Mulyadi Khadafi. Kemudian Ustadz Asep Saefulloh MA dari Majelis Zikir Az Zikra didaulat untuk memberikan tausiyah dilanjutkan dengan zikir dan doa penutup.

 

Selepas acara, Mulyadi, mengatakan kepada bil.sch.id, dia bersyukur dapat diundang pihak YPU Bina Ilmu  untuk datang ke Haul ini. Menurutnya, dengan datang ke haul ini dapat mengingatkan momen kebersamaan dengan Almarhum Damanhuri saat masih remaja.

 

Mulyadi mengaku, dulunya dia dan Almarhum Damanhuri sempat berjuang untuk memajukan para remaja khususnya yang ada di Kecamatan Parung, serta umumnya yang ada di sekitar Kabupaten Bogor. Dia pun terkenang dengan sikap Almarhum Damanhuri yang saat itu suka mengajarkan ilmu untuk bisa menjadi pemimpin dan menjadi ustaz. “Walau sesibuk apapun, saya akan sempatkan datang untuk kegiatan-kegiatan yang ada di YPU Bina Ilmu,” ucap Mulyadi yang seorang ASN di Kementerian Agama Kabupaten Bogor.

 

Mulyadi menyampaikan, Almarhum Damanhuri mempunyai peran dalam hidupnya. “Saat muda, beliau itu sudah mengangkat karir saya sebagai seorang qari, sehingga saya dapat dikenal dan berguna oleh masyarakat,” ungkapnya yang sudah mengenal Almarhum Damanhuri di tahun 1980. Mulyadi pun mengaku, Almarhum Damanhuri berperan sebagai penggagas program kuliah subuh dan kuliah dhuha yang pertama kali dilakukan di Masjid Besar Riyadhus Shalihin, Kecamatan Parung, Bogor.

 

Acara pun diakhiri dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Ustaz Asep Saefulloh MA. Di hadapan hadirin, ustaz yang akrab dipanggil Saefulloh ini menyampaikan, rasa syukur atas kembali berkumpulnya kita setelah dua tahun wafatnya pendiri Perguruan Bina Ilmu, Damanhuri Zuhri.

 

“Banyak kenangan dan pesan yang kita peroleh dari almarhum. Yang mudah-mudahan menjadi amal jariyah untuk almarhum, aamiin ya rabbal alamiin,” ucap Saefulloh. Saefulloh menyebutkan beberapa jasa almarhum Damanhuri, yakni pembangunan Masjid Besar Riyadhus Shalihin, Perguruan Bina Ilmu, tulisannya yang di Harian Republika.

Saefulloh pun mengajak kepada hadirin, untuk berzikir dan bermuhasabah serta berdoa memohon kepada Allah agar khususnya almarhum mendapatkan maghfiroh dan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’alla. Tidak hanya itu, Saefulloh juga mengajak hadirin untuk turut mendoakan korban dampak bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia.

Naskah    : Sendi Romadhon Simorangkir/MGROL118

Foto-foto : Irfan Abdussalam/BIL.SCH.ID

 

 

 

 WWW.BIL.SCH.ID, DEPOK--Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu Parung, Bogor, Jawa Barat, berhasil menyabet double winner dalam ajang Al Hasra Cup 6 yang digelar di SMP Al Hasra Depok, Jawa Barat, Sabtu (27/10).

 

Perlombaan yang dipertandingkan dibagi menjadi dua kategori yakni antara lain lomba Kepramukaan dan lomba keagamaan. Lomba Kepramukaan terdiri dari: Lomba Morse, Semaphore, Pengetahuan Umum dan Kepramukaan (PUPK), Sandi-sandi, Pionering, LKBB Tongkat, dan Yelling pangkalan yang digelar Sabtu (20/10).

 

Sedangkan Lomba keagamaan yang dilangsungkan Sabtu (27/10) antara lain: Lomba Cerdas Cermat (LCC), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), dan Dacil (Da’i/Da’iyah Cilik). Sekitar 25 sekolah dasar yang berasal dari Kota Depok, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor, ikut serta dalam perhelatan kali ke enam yang berlangsung semarak.

 

Tahun ini menjadi milik SDT Bina Ilmu yang beralamat di Jalan Haji Mawi Nomor 03 Parung, Bogor, karena berhasil meraih juara umum dalam dua kategori lomba yang dipertandingkan.

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nurcholis SH, merinci raihan prestasi peserta didiknya untuk lomba kepramukaan di bagian putra antara lain Juara 1 Morse, juara 1 Semaphore, juara 1 Sandi-sandi, juara 2 PUPK, juara 1 LKBBT, juara 1 Yell-yell.

Sementara, di bagian putri: juara 2 Morse, juara 3 Semaphore, juara 2 PUPK, juara 1 LKBBT, dan juara 1 Yell-yell. Dengan prestasi yang didapat itu akhirnya panitia mendapuk pangkalan SDT Bina Ilmu meraih regu terbaik 1 putra dan regu terbaik 2 putri sekaligus berhasil meraih juara umum.

 

Nurcholis mengaku bangga atas perjuangan peserta didiknya setelah Sabtu (20/10), Pasukan Pramuka SDT Bina Ilmu berhasil memboyong 14 piala dan meraih juara umum, kini pada Sabtu (27/10) giliran kontingen SDT Bina Ilmu untuk perlombaan kategori keagamaan mampu melibas dan meraih juara pada setiap mata lomba serta berhasil membawa pulang Trophy Juara Umum setinggi satu meter ke Perguruan Bina Ilmu.

Nurcholis yang juga selalu Ketua Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu, yang menaungi TK dan SDT Bina Ilmu, tak mampu membendung rasa syukur dan bangganya kepada para peserta didik yang telah berjuang serta bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi Bina Ilmu.

 

“Sujud syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang telah diberikan kepada kami. Hari ini adalah momentum yang sangat luar biasa, setelah Sabtu kemarin SDT Bina Ilmu memboyong semua tropi dan menjadi juara umum pada perlombaan kepramukaan. Kini, Alhamdulillah atas Izin dan Kuasa-Nya, Bina Ilmu berhasil menjadi juara umum pada perlombaan keagamaan.” ucapnya.

 

Cholis, sapaan akrabnya, yang menerima penyerahan 2 trophy Juara Umum dan yang mendampingi anak-anak dalam kegiatan ini, membeberkan prestasi yang diraih anak didiknya dalam Lomba Keagamaan. ”Alhamdulillah untuk lomba MHQ, Firza Munira kelas VI meraih juara 1. Aprilia Alfarah kelas VI berhasil meraih Juara 1 pada lomba Dacil. Sedangkan LCC meraih juara 2 yang dipersembahkan oleh Naquita Khairana Rizvi, Syahira Zalia F, dan Naila Fathia Widhiana.”

 

Ia melanjutkan, dari semua prestasi yang diraih dalam perlombaan itu, jangan sampai berhenti sampai di sini, kita harus terus berbenah dan rendah hati. Semangat juang yang ada dalam perlombaan, harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.”ujarnya, sambil menyeka air mata haru yang membasahi pipi.

 

Naquita, salah satu anggota tim LCC dari SDT Bina Ilmu yang meraih juara 2, mengungkapkan kebahagiaan atas hasil yang telah diraihnya. “Alhamdulillah, semua mencapai target. Buku pelajaran dari kelas 4 s.d. kelas 6 saya baca dalam waktu tiga hari. Walaupun harus belajar ekstra, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan bagi saya. Terima kasih saya ucapkan atas dukungan dan support dari para dewan guru dan para orangtua,” ujarnya polos.

 

Sementara Aprilia Alfarah, siswi yang berhasil meraih juara 1 lomba pildacil dan memiliki andil besar dalam mempersembahkan 2 Trophy Juara Umum, mengungkapkan hal yang senada. “Saya bersyukur telah berusaha memberikan yang terbaik untuk Bina Ilmu. Sore ini saya membuktikan satu hal, bahwa hasil tidak pernah mengkhianati proses. Mudah-mudahan ini menjadi kenangan manis dari kami angkatan 10 untuk sekolah tercinta.” ucapnya.

 

Kepala SDT Bina Ilmu, Suprianto, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya dengan prestasi yang ditorehkan peserta didiknya. Pri sapaan akrabnya yang baru tiga bulan menahkodai SDT Bina Ilmu merasa bangga dan kagum atas perjuangan seluruh peserta dan guru pembimbing. ‘’Bangga sekaligus terharu atas perjuangan anak-anak yang sangat luar biasa. Mereka memiliki motivasi yang kuat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk sekolah,’’ katanya.

 

Naskah: Abdul Malik al-Hasan

Foto: Dokumen www.bil.sch

"Ini merupakan Jalan Sehat Muharam (JSM) yang kesepuluh."

 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menyemarakkan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu menggelar Jalan Sehat Muharam (JSM). Perhelatan untuk kali kesepuluh yang digelar yayasan yang menaungi TK dan SD Terpadu Bina Ilmu ini mengangkat tajuk “21 Tahun Berkhidmat Membina Umat”.

Kegiatan tersebut ini diadakan Selasa, (11/9) bertepatan 1 Muharam 1440 H. Acara gerak jalan dimulai tepat pukul 07.00 WIB, dibuka oleh Ketua PGRI Cabang Kecamatan Parung, Rahwandi MPd.

Ia  didampingi Ketua YPU Bina Ilmu, Nurcholis dan Kepala SD Terpadu Bina Ilmu, Suprianto. “Hampir seribu peserta yang terdiri dari usia taman kanak-kanak hingga lanjut usia mengikuti dengan antusias,” kata  Ketua pelaksana JSM, Abdul Malik dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (11/9).

Ia menjelaskan, setelah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Kepala Bidang Pendidikan YPU Bina Ilmu, H. Momon Abdur Rohman, seluruh peserta bergerak ke arah timur menuju Pasar Parung, mengambil rute sejauh 3,6 kilometer melalui akses jalan SMPN 1 Parung, SDN 04 Waru dan Jalan Raya Serius, Desa Waru, kemudian kembali menuju Jl. Raya H. Mawi dan finish sekitar jam 08.15 WIB di Perguruan Bina Ilmu yang beralamat di Jalan Haji Mawi Nomor 03 Parung, Bogor, Jawa Barat.

Malik menyebutkan, setelah seluruh peserta sampai di lokasi dan berteduh di bawah tenda berukuran 17x18 meter persegi panitia sudah menyiapkan serangkaian acara. Rangkaian acara tersebut diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Andini Syawalia Hadiningtyas, siswi kelas VI SDT Bina Ilmu, penampilan tari daerah, dan Ensamble Pianika yang dipersembahkan siswa dan siswi SDT Bina Ilmu.

 

“Tak ketinggalan grup band religi Remeki dari Kampung Jati, Parung di bawah asuhan Helmi menghibur peserta JSM sebagai selingan pengundian doorprize,” tuturnya.  

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Parung, Rahwandi, mengaku bersyukur dengan digelarnya gerak jalan dalam rangka tahun baru Islam. Dia mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mempererat tali silaturahim antara pengelola pendidikan dengan orang tua dan masyarakat berlangsung meriah.

 

“Acara Jalan Sehat di SD Terpadu Bina Ilmu Parung dalam rangka menyemarakkan 1 Muharam 1440 Hijriyah sangat meriah,’’ ungkapnya.

  

photo

 Kegiatan Jalan Sehat Muharam (JSM)1440 H berlangsung semarak.

 

Kepala SDN 02 Parung itu  menambahkan, kemeriahan itu didukung dengan doorprize yang disiapkan panitia sangat banyak sehingga membuat para peserta senang.

Kegiatan itu bertambah semarak dengan kehadiran banyak stand bazar kuliner.  ‘’Semoga ke depan kegiatan serupa ini tetap dilaksanakan dan mudah-mudahan lebih meriah lagi,’’ paparnya.

 

Malik tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya karena perhelatan menyambut tahun baru Islam di lembaga tempat dia mengabdi sebagai tenaga pendidik mendapat dukungan yang luar biasa dari semua pihak.

 

‘’Alhamdulillah JSM 1440 Hijriyah yang diselenggarakan Perguruan Bina Ilmu, dari tahun ketahun semakin semarak dan banyak sekali yang terlibat,’’ kata Malik.  

 

Malik kemudian merinci para donator seperti Paytren, Indofood, Bank Syariah Insan Cita, Yudhistira, Komite SDT Bina Ilmu, TK Bina Ilmu, Elbama Bina Ilmu, yang mendukung terselenggaranya acara.

 

Malik, yang baru dua bulan bergabung sebagai guru di SDT Bina Ilmu menjelaskan, JSM yang dikomandoinya adalah miniatur perjalanan hijrah yang dilakukan Rasullullah SAW kala itu.

 

‘’Harapan kami  cuma satu, semoga Perguruan Bina Ilmu dan kita semua bisa melakukan hijrah ke arah yang lebih baik dan lebih bermanfaat untuk umat. Apapun namanya, menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan,’’ tandasnya.

 

sumber

BIL.SCH.ID, PARUNG—Menyemarakkan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu menggelar Jalan Sehat Muharram (JSM). Perhelatan untuk kali kesepuluh yang digelar Yayasan yang menaungi TK dan SD Terpadu Bina Ilmu ini mengangkat tajuk 21 Tahun Berkhidmat Membina Umat ini berlangsung Selasa, (11/9) bertepatan 1 Muharram 1440 H.

Acara gerak jalan dimulai tepat pukul 07.00 WIB dibuka secara langsung oleh Ketua PGRI Cabang Kecamatan Parung, Rahwandi, MPd yang didampingi Ketua YPU Bina Ilmu, Nurcholis dan Kepala SD Terpadu Bina Ilmu, Suprianto. Hampir seribu peserta yang terdiri dari usia taman kanak-kanak hingga lanjut usia mengikuti dengan antusias.

Setelah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Kepala Bidang Pendidikan YPU Bina Ilmu, H. Momon Abdur Rohman, seluruh peserta bergerak ke arah timur menuju Pasar Parung mengambil rute sejauh 3,6 kilometer melalui akses jalan SMPN 1 Parung, SDN 04 Waru dan Jalan Raya Serius, Desa Waru, kemudian kembali menuju Jl. Raya H. Mawi dan finish sekitar jam 08.15 WIB di Perguruan Bina Ilmu yang beralamat di Jalan Haji Mawi Nomor 03 Parung, Bogor, Jawa Barat.

Setelah seluruh peserta sampai di lokasi dan berteduh di bawah tenda berukuran 17x18 meter persegi panitia sudah menyiapkan serangkaian acara. Mengawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Andini Syawalia Hadiningtyas, siswi kelas VI SDT Bina Ilmu, penampilan Tari Daerah, Ensamble Pianika yang dipersembahkan siswa dan siswi SDT Bina Ilmu. Tak ketinggalan Grup Band Religi Remeki dari Kp. Jati Parung di bawah asuhan Helmi menghibur peserta JSM sebagai selingan pengundian doorprize.

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Parung, Rahwandi, mengaku bersyukur dengan digelarnya gerak jalan dalam rangka tahun baru Islam. Dia mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antara pengelola pendidikan dengan orang tua dan masyarakat berlangsung meriah.

‘’Acara Jalan Sehat di SD Terpadu Bina Ilmu Parung dalam rangka menyemarakkan 1 Muharam 1440 Hijriyah sangat meriah,’’ ungkapnya.

Kepala SDN 02 Parung, menambahkan, kemeriahan itu didukung dengan doorprize yang disiapkan panitia sangat banyak sehingga membuat para peserta senang dan menyenangkan karena banyak stand bazar kuliner yang tersaji. ‘’Semoga ke depan tetap dilaksanakan dan mudah-mudahan lebih meriah lagi,’’ ucapnya penuh harap seraya mengamini.

Sementara itu, ketua pelaksana JSM, Abdul Malik, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya karena perhelatan menyambut tahun baru Islam di lembaga tempat dia mengabdi sebagai tenaga pendidik mendapat dukungan yang luar biasa dari semua pihak.

‘’Alhamdulillah Jalan Sehat Muharram (JSM) 1440 Hijriyah yang diselenggarakan Perguruan Bina Ilmu, dari tahun ketahun semakin semarak dan banyak sekali yang terlibat,’’ kata Malik.

Malik kemudian merinci para donator seperti Paytren, Indofood, Bank Syariah Insan Cita, Yudhistira, Komite SDT Bina Ilmu, TK Bina Ilmu, Elbama Bina Ilmu, yang mendukung terselenggaranya acara.

Malik, yang baru dua bulan bergabung sebagai guru di SDT Bina Ilmu menjelaskan, JSM yang dikomandoinya adalah miniatur perjalanan hijrah yang dilakukan Rasullullah SAW kala itu.

‘’Harapannya cuma satu, semoga Perguruan Bina Ilmu dan kita semua bisa melakukan hijrah ke arah yang lebih baik dan lebih bermanfaat untuk umat. Apapun namanya, menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan,’’ tandasnya.[]
Naskah: Aboy Montoya
Foto-foto: Tiya Setiya

MPLS Ala SDT Bina Ilmu Parung

 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR—Beragam cara dilakukan lembaga pendidikan untuk memberi kesan pertama yang menyenangkan dan berkesan pada saat hari pertama masuk sekolah setelah masa libur panjang berakhir. Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu yang beralamat di Jalan Haji Mawi Nomor 3 Parung, Bogor, Jawa Barat, ini misalnya. Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu ini mengemas kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama satu pekan dengan beragam acara.

 

Kemeriahan hari pertama, Senin (16/7) begitu terlihat saat seluruh peserta didik dan orang tua memasuki halaman Perguruan Bina Ilmu. Di gerbang sudah disambut dewan guru yang dikomandoi Ketua YPU Bina Ilmu, Nurcholis, SHI. Saat memasuki halaman, hamparan karpet merah sudah membantang dengan hiasan balon beraneka warna di gapura utama dan kanan-kirinya bergeret aneka jenis tanaman hias membuat suasana semakin semarak.  

 

Tepat pukul 07.00 WIB, sebanyak 332 peserta didik dan 24 dewan guru berkumpul di halaman sambil duduk di bawah hamparan karpet seukuran lapangan futsal.

 

Ketua MPLS SDT Bina Ilmu, Verdiansyah, S.Pd menjelaskan, kegiatan diawali dengan Halal Bihalal dilanjutkan yel-yel penyemangat, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bina Ilmu. ‘’Setelah sambutan-sambutan, kegiatan diisi perkenalan seluruh dewan guru dan karyawan, pembagian kelas dan wali kelas kepada peserta didik baru dan orang tua murid yang mengantar,’’ kata Verdiansyah seperti rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (17/7).

 

Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ini memaparkan pada hari kedua, Selasa (17/7), kegiatan diisi dengan praktek mencuci tangan dan gosok gigi yang benar, dipandu guru kelas I-B Lia Herawati, SSI, yang juga sebagai Pembina UKS SDT Bina Ilmu. Lomba mengarang untuk kelas I sampai III dan menulis cerpen bagi kelas IV sampai VI.

 

Hari ketiga, Rabu (18/7) kegiatan pengenalan ilmu penanggulangan kebakaran sejak dini yang bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor. Hari Keempat, Kamis (19/7) diisi dengan kegiatan kepramukaan dipandu 12 pembantu pembina pramuka siaga dan penggalang yang dikomandoi Abdul Malik.

 

 

 

‘’Hari terakhir, Jum’at (20/7) diisi dengan penampilan ekstrakurikuler pianika, paduan suara, sendra tari, dan atraksi Tae Kwon Do yang dirangkai dengan lomba paduan suara menyanyikan Mars Bina Ilmu dan Mars PPK. Puncak acara adalah pelepasan 100 balon udara yang bertuliskan The Next Future Leader,’’ tandas Verdiansyah.

 

Catur Hastuti Prabawani ibunda dari Muhammad Khaidungga Arfa, kelas I mengaku sangat senang bisa mendapatkan layanan pendidikan di Perguruan Bina Ilmu. ‘’Saya senang dengan sambutan untuk anak didik baru, sangat akrab dan penuh keramahan. Terima kasih buat semua bapak dan ibu guru yang sudah mempersiapkan semuanya dengan bagus,’’ terangnya.

 

 

Dia tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukurnya kehadirat Allah SWT bisa sudah menjadi bagian dari keluarga besar Bina Ilmu. ‘’Alhamdulillah pendidikan di sini (Bina Ilmu, red) sudah baik. Anak-anak juga langsung dikenalkan dan berkunjung ke fasilitas sekolah seperti masjid, toilet, perpustakaan, ruang guru, dan ruang kesehatan, serta kantin.

 

Kepala SDT Bina Ilmu, Suprianto, SPd yang baru dua pekan mendapat amanah menahkodai sekolah yang mulai beroperasi sejak 2004 ini merasa bangga dengan kinerja seluruh elemen yang terlibat untuk memajukan pendidikan di Bina Ilmu.

 

‘’Untuk menghadirkan pendidikan bermutu dibutuhkan komitmen yang kuat dan komunikasi serta kolaborasi dengan semua unsur-unsur yang mendukung,’’ ujarnya.

 

Memasuki tahun ke-14, SDT Bina Ilmu, sambung Pri –sapaan akrabnya— terus berbenah bukan hanya pembangunan fisik dan fasilitas sekolah saja tetapi yang lebih utama membangun iman, takwa, dan akhlak sehingga akan tercipta siswa, guru, pengelola yayasan, dan orang tua yang berkarakter mulia. 

 

‘’Inilah keterpaduan yang menjadi kekuatan dalam membangun sumberdaya manusia sehingga  tercipta lingkungan pendidikan bermutu yang berlandaskan Alquran dan Sunnah,’’ tandasnya. []

naskah Aboy Montoya/bil.sch.id,

foto-foto: Farhana Ramadhani/bil.sch.id

Informasi Hubungi: 087 870 271 106

Jelang Ramadhan, Pelajar SDT Bina Ilmu Ramai-ramai Donasi Semen
 
PARUNG--Sejumlah pelajar, guru dan orang tua SD Terpadu Bina Ilmu Parung, Bogor, Jawa Barat, menyerahkan bantuan 41 zak semen dan satu kijang pasir untuk pembangunan ruang guru, ruang kelas baru, dan toilet, Senin, (14/5)
 
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Sedekah Nasional (GSN) 2018 yang digelar pada 27 April 2018 di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu yang beralamat di Jl H Mawi Nomor 3 Parung.
 
Manager Lembaga Baitul Mal Bina Ilmu (Elbama) Suprianto, mengatakan semangat berbagi di lingkungan Perguruan Bina Ilmu cukup tinggi. Terbukti dengan terkumpulnya donasi dari pelajar TK dan SDT Bina Ilmu pada GSN 2018 mencapai Rp 11,540,000.
 
 
"Dana yang terhimpun seluruhnya kami serahkan kepada ketua YPU Bina Ilmu untuk dipergunakan pembangunan ruang guru, ruang kelas baru, dan toilet yang saat ini sedang berlangsung pembangunannya dengan nilai proyeknya mencapai Rp 400 juta,"papar Suprianto.
 
Lebih lanjut, Guru kelas enam ini menjelaskan, setelah kegiatan GSN 2018 ternyata antusias berbagi masih cukup tinggi. "Pasca GSN 2018, para pelajar dengan sukarela mendonasikan uang kas kelas nya masing masing untuk dibelikan semen sampai terkumpul 41 sak," ujar Suprianto penuh syukur.
 
Pri sapaan akrabnya kemudian merinci dari kelas  I sebanyak lima sak, kelas II sebanyak enam sak, kelas III menyerahkan sembilan sak, kelas V sebanyak lima sak, kelas VI delapan sak, dari guru delapan sak dan dari orang tua murid kelas I menyumbang pasir satu kijang. Sementara wali murid kelas VI menyumbangkan lima unit kipas angin dinding dan satu unit lampu gantung.
 
Keceriaan para pelajar sangat terpancar saat penyerahan berlangsung seusai upacara pengibaran Sang Merah Putih. Aprilia Alfarah dari kelas 5A, misalnya. Saat menyerahkan secara simbolis kepada Manager Elbama Bina Ilmu Suprianto, dia sangat antusias. 
 
"Senang sekali bisa membantu untuk pembangunan ruang guru," ujar Ara seraya berharap pembangunannya segera selesai.
 
Ara yang menjadi ketua kelas menambahkan, selain mendonasikan semen, uang kas kelasnya juga dialokasikan untuk wakaf dua set mukena dan sajadah untuk masjid Bina Ilmu.[]
 
Naskah: Aboy Montoya/bil.sch.id
Foto: Vitri Kanaya Marley/bil.sch.id
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Gerakan Pramuka Sekolah Dasar Terpadu Bina Ilmu, Parung, Bogor, Jawa Barat, berhasil meraih Juara Umum dalam ajang Wide Games Pramuka Penggalang (SD/SMP) se-Jabodetabek dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka Gugusdepan 02.055-02.056 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jakarta ke-40.  
 
Lomba yang berlangsung sejak pagi hingga patang pada Sabtu (24/2) mengusung tema “Adu Cerdas Adu Tangkas” tersebut, diikuti oleh 91 regu dengan rincian 41 regu SD/MI dan 50 regu SMP/MTs yang berasal dari 21 Pangkalan SD/MI dan 25 Pangkalan SMP/MTs se-Jabodetabek. Antusiasme peserta yang begitu besar dan jumlah peserta yang begitu banyak mengakibatkan kegiatan perlombaan harus dilangsungkan di dua lokasi; MAN 1 Jakarta dan SDN 11 Grogol yang lokasinya bersebelajahan.
 
 
Tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, materi lomba yang ditandingkan pada tahun ini terdiri dari beberapa pos, di antaranya: Pos I (Morse, Semaphore, Sandi-sandi), Pos II (Pengetahuan Kepramukaan, Ketajaman Indera Manusia, Wawasan Nusantara), Pos III (Miniatur Pionering, Teka-teki Gambar, Teori PPGD), dan Pos IV berisi Yell-yell Pangkalan.
 
Pembantu Pembina Pramuka SDT Bina Ilmu, Abdul Malik, mengatakan, sekolah yang dibinanya merupakan satu-satunya peserta lomba yang berasal dari wilayah Bogor. ''Pangkalan SDT Bina Ilmu, berjaya di tahun ini. Pangkalan yang tiga tahun terakhir tak pernah absen di kegiatan Lomba Wide Games Pramuka Penggalang yang digelar MAN 1 Jakarta, kini benar-benar menunjukkan gading dan harumnya,'' kata Malik seperti pada siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (27/2). 
 
 
Ia menambahkan, Pangkalan SDT Bina Ilmu yang mengirimkan regu terbaiknya; Regu Gajah (putra) dan Regu Anggrek (putri) berhasil memboyong Trophy Begilir Juara Umum Yelling Pangkalan setinggi 1,5 meter dan enam Trophy lainnya; Juara II Pos I Putra, Pangkalan Terbaik, Pinru Terbaik Putra, Juara I Yell Pangkalan, Harapan I 
Regu Terbaik Putri, dan Juara III Regu Terbaik Putra.
 
''Alhamdulillah, seperti sudah diisyaratkan, pagi itu saya berangkat ke MAN 1 Jakarta dengan mengendarai sepeda motor, padahal dua tahun terakhir saya selalu berangkat dengan mobil bersama peserta. Ternyata inilah jawabannya, Trophy Bergilir setinggi 1,5 meter ikut pulang ke Parung, Bogor,  bersama motor saya,''kenang Abdul Malik. 
 
 
Menurut Malik, yang baru bergabung sejak 2015, pencapaian ini adalah sejarah bagi Gerakan Pramuka SDT Bina Ilmu sekaligus tercapainya target yang dicanangkan di awal tahun pelajaran 2017/2018. ''Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras peserta, suport dan dukungan sekolah, serta do’a-doa’a tulus pembina dan para ayah dan bunda. Kami tidak akan pernah puas sampai di sini, karena ini baru awal bagi kami, awal untuk mencetak sejarah-sejarah berikutnya,” ucapnya. 
 
Kebahagiaan petang itu semakin lengkap dengan terpilihnya Baday Anugerah yang menjadi Pimpinan Regu (Pinru) terbaik dalam ajang tahunan ini. ''Saya sangat senang sekali, perjuangan kami selama ini membuahkan hasil, walau saat latihan kami kepanasan, kehujanan, dan sering sekali merasa lelah, namun semua rasa itu hilang saat kami berhasil meraih Juara Umum,'' tandas Baday.
 
 
Hal yang sama diutarakan Pembina Pramuka Penggalang SDT Bina Ilmu, Suprianto. Guru Kelas VI ini mengaku sangat bangga atas prestasi yang dipersembahkan peserta didiknya dalam kegiatan pramuka tahun ini. ''Kami selalu memotivasi peserta didik yang akan berlaga di semua perlombaan termasuk kegiatan pramuka untuk senantiasa memberikan yang terbaik minimal untuk diri sendiri, orang tua dan untuk sekolah,'' tegasnya.
 
Ia melanjutkan, setiap anak memiliki potensi yang luar biasa untuk meraih prestasi di bidang apapun dengan porsi latihan yang terencana, terukur, tepat dan berkesinambungan. ''Melalui pembinaan yang terencana dan terukur kami yakin setiap peserta didik mampu mempersembahkan prestasi terbaiknya jika diikutsertakan dalam berbagai ajang perlombaan baik yang bersifat kognitif, afektif, maupun psikomotorik,''jelasnya.
 
Pri sapaan akbarnya tak menampik bahwa setiap anak yang diutus untuk mewakili sekolah dalam berbagai ajang perlombaan penampilannya tidak maksimal karena mentalnya jatuh saat di panggung. ''Pekerjaan rumah terbesar kami adalah melatih mental anak-anak untuk terbiasa berkompetisi secara sehat dan jujur serta memiliki mental bertanding dalam ajang apapun harus terus dibina agar semua anak bisa tampil maksimal,'' tandasnya.
REPUBLIKA.CO.ID, KEMANG--Guna mempererat tali silaturahim antara Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Dinamika Umat, Jampang, Kemang, Bogor, Jawa Barat dan Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu, Parung, Bogor, Jawa Barat, menggelar Mabit Gabungan, Jum'at-Sabtu, 9-10 Pebruari 2018. Kegiatan kali pertama ini dipusatkan di SD IT Dinamika Umat yang memiliki branding 'Sekolah Bersih Tanpa Cleaning Service' berlangsung semarak. 
 
Sebanyak 88 peserta dari kedua sekolah yang terdiri dari 41 peserta didik kelas VI dari SDT Bina Ilmu dan 47 peserta didik kelas VI SD IT Dinamika Umat. Tepat pukul 14.00 WIB rombongan dari SDT Bina Ilmu tiba di sekolah yang sangat asri dan rimbun dengan beraneka macam pohon buah-buahan. Suasana keakraban pun terlihat saat pelajar dari SDT Bina Ilmu yang dipimpin Asyeh Allawie, SPd yang juga wali kelas VI disambut dengan hangat seluruh pelajar dan guru dari SD IT Dinamika Umat. 
 
 
Setelah perkenalan dan snak time, seluruh peserta dan guru menuju Masjid Dinamika Umat yang saat ini sedang berlangsung pembangunan lantai dua karena sudah tidak bisa menampung jamaah. Setelah Ashar berjamaah yang diimami Ustadz Saefullah yang juga guru kelas VI SD IT Dinamika Umat acara Mabit Gabungan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SD IT Dinamika Umat, Asep Kusnadi, M.Pd.
 
Tampak hadir dalam acara pembukaan, Direktur Pendidikan Yayasan Dinamika Umat (YDU) Hj Fatimah Sururi Hasan, Kepala SD IT Dinamika Umat Asep Kusnadi, M.Pd, Direktur Pendidikan Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu, H. Momon Abdul Rohman, Kepala SDT Bina Ilmu Djamaludin, S.Pd, dan belasan guru dari SD IT Dinamika Umat dan SDT Bina Ilmu dan puluhan peserta. 
 
Direktur Pendidikan Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu, H. Momon Abdul Rohman mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak YDU karena telah memfasilitasi kegiatan bersama ini. ''Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus YDU karena telah menyambut kita dengan ramah dan senyum yang penuh kekeluargaan,'' kata H. Momon seperti dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (12/2) malam. 
 
Ia menambahkan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan mental dan spiritual bagi peserta didik yang dibinanya. ''Kegiatan ini untuk melatih mental, spiritual, salah satunya kami membuat program Mabit Gabungan. Ini untuk mempersiapkan generasi bangsa yang memiliki mental baja, berkualitas, dan bermanfaat. Kami hanya bisa memfasilitasi kegiatan anak-anak maka itu kami berharap mereka belajar dengan sungguh-sungguh,'' tandasnya. 
 
 
Sementara itu, Kepala SD IT Dinamika Umat, Asep Kusnadi, M.Pd, mengaku kegiatan yang dilaksanakan ini untuk meningkatkan tali persaudaraan antara dua lembaga pendidikan yang memiliki kesamaan visi dan misi. ''Ini adalah kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini sangat berharga buat anak-anak maupun kita semua. Karena dari Bina Ilmu maupun Dinamika Umat adalah saudara yang kuat. Pendiri kedua yayasan pendidikannya sangat akrab (almarhum) Haji Damanhuri Zuhri yang sudah berpulang ke Rahmatullah dan pendiri YDU Dr KH Hasan Basri Tanjung MA sudah seperti saudara dan kerabat dekat,'' paparnya. 
 
Itu artinya, sambung Asep, peserta didik dari Bina Ilmu dan Dinamika Umat ini bukan siapa-siapa. ''Kalian semuanya bersaudara. Maka itu dari kegiatan ini diharapkan para peserta berbaur dan saling mengenal,'' katanya. 
 
Rangkaian acara Mabit Gabungan yang sudah disusun bersama kedua sekolah ini diawali dengan materi Training Motivasi yang disampaikan Kang Hadi dari Hado Basic Training Bogor dari pukul 16.30 WIB sampai 18.00 WIB. Setelah magrib berjamaah dilanjutkan dengan makan bersama ditutup dengan Isya berjamaah. Setelah itu, Games yang dipandu Ustadz Lukmanudin Adiguna yang juga Kepala SMP IT Dinamika Umat yang dibantu beberapa orang guru hingga pukul 21.30 WIB.
 
Pukul 22.00 WIB seluruh peserta istrirahat di asrama masing-masing. Tepat pukul 03.30 WIB pada Sabtu (10/2) seluruh peserta dibangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud, witir yang diimami ustadz Saefullah dan muhasabah yang dipandu Asep Kusnadi, M.Pd sekaligus yang didaulat menjadi imam Subuh.
 
Kuliah Subuh dengan nara sumber Dr KH Hasan Basri Tanjung, MA yang juga Ketua YDU dengan materi 'Tanda Orang Baik'. Melalui gaya bahasa Batak Medan yang menjadi daya tarik bagi para pendengar sehingga anak-anak yang mengikuti tampak segar dan tidak terlihat mengantuk. Apalagi penyampaian materi dibantu dengan media power point menambah daya tari bagi anak anak.
 
''Tanda orang baik itu pertama beriman kepada Allah SWT, kedua berbakti kepada orang tua, ketiga memuliakan guru, keempat berteman dengan orang baik dan kelima berbuat baik kepada siapa saja,'' katanya.
 
''Berbuat baiklah kepada siapa saja. Apa yang bisa kalian lakukan, kepada siapa saja, dan apa saja. Karena kebaikan itu akan kembali kalau kalian berbuat baik,'' tandasnya.
 
Kegiatan Mabit Gabungan ini sangat berkesan bagi seluruh peserta baik dari SD IT Dinamika Umat maupun dari SDT Bina Ilmu. Siswi kelas VI SDT Bina Ilmu, Aisyah Fadhilah, misalnya. Putri kedua dari pasangan Andri Prantoko dan Febby ini mengaku sangat senang dengan kegiatan mabit gabungan yang baru saja diikutinya. 
 
''Seru. Banyak teman-teman baru. Punya teman baru Viola, Suci dan Chelsea,'' ujarnya polos. 
 
Aisyah sangat berkesan dengan kegiatan ini. ''Kegiatan asyik, ada serius, ada juga becanda dan lingkungan sekolahnya sangat nyaman,'' katanya.
 
Hal senada dikatakan salah seorang siswi SD IT Dinamika Umat, Naila Nur Aprilia (11 tahun) mengaku sangat senang diadakan kegiatan Mabit Gabungan. ''Ada suasana baru karena mabit bersama ini mendapat teman baru seperti Ajeng Aqila, Fazayya, dan masih banyak lagi,'' katanya. 
 
Nailai yang pada saat acara pembukaan melantunkan murattal Surat Arrahman ini berharap akan ada kegiatan lagi yang dilakukan bersama dengan siswa-siswi SDT Bina Ilmu. ''Ingin ada kegiatan bersama lagi dengan teman-teman dari Bina Ilmu, supaya lebih erat lagi persaudaraannya,'' pintanya.
 
Saat acara penutupan, sebagai ungkapan tali kasih dari pelajar SDT Bina Ilmu kepada Yatim dan Dhuafa penerima beasiswa  yang tinggal diasrama YDU yang berjumlah 50 orang diberikan secara simbolis bantuan berupa bahan makanan pokok seperti; beras, mi instan, dan telur serta uang tunai. Rangkaian acara ditutup dengan Dhuha dilanjutkan pertandingan persahabatan sepakbola mini yang berkesudahan dengan skor kaca mata 0-0. []
Naskah Aboy Montoya
Foto-foto Dok Dinamika Umat 
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 3

One Day One Ayat

Rampak Bedug SDT Bina Ilmu