×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 42

Anak itu bernama Desma. Umurnya kira-kira sepuluh tahun. Ia sekarang duduk di kelas empat sekolah dasar. Ayah Desma telah meninggal dunia. Sekarang dia hanya tinggal bertiga dengan Emak,dan adiknya.

Setiap hari mereka bekerja. Emak membuat kue, Desma dan adik yang menjualnya. Kue itulah yang mereka jajakan ke berbagai tempat.

Suatu kali, Desma sedang menjajakan kuenya. Lorong lorong ditelusurinya sambil menjunjung kue diatas kepala. Satu demi satu kue di beli orang. Desma melayani pembeli dengan ramah dan sopan. Budi pekerti Desma yang baik membuat orang suka padanya. Bila Desma lewat, mereka sering memanggilnya, lalu membeli kue dari Desma.
Cerita anak balasan untuk anak yang baik budiMenjelang senja, kue telah habis terjual. Desma pulang menuju rumahnya. Ia ingin cepat sampai, karena ingin melaporkan keberhasilan nya dalam menjual kue kepada ibunya.

Dalam perjalanan pulang, Desma melihat langit mendung. Angin bertiup dengan kencang. Kilat sambar-menyambar. Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Desma amat ketakutan.

Hujan mulai turun. Desma berlari-lari kecil mencari tempat berteduh. Di sebuah rumah kecil Desma berhenti. Ia berdiri sambil merapatkan tubuhnya ke dinding rumah.
 
Hujan tidak juga berhenti. Desma telah lama menunggu hujan reda. Hari pun mulai malam. Desma semakin gelisah. Apakah ia harus berjalan menerobos hujan ini?
Desma tidak mempunyai pilihan lain, ia harus segera pulang. Ia tidak ingin ibunya menjadi cemas lalu mencari-carinya. Kemana ibunya akan mencari? tentu ibunya akan jatuh sakit karena kehujanan.
 
sambil menjunjung wajan tempat kue, Desma pergi meninggalkan rumah kecil itu. Ia melangkah terus dalam hujan. Berkali-kali Desma terpeleset. Jalan sangat licin dan gelap.
 
Seorang nenek yang baru pulang dari masjid tampaknya mengenal Desma. Desma memang bergaul baik dengan siapa saja. Desma juga suka menolong orang. Desma dipanggilnya. Ternyata nenek itu ingin memberikan obor pada Desma. Malam memang semakin gelap saja. Hujan masih turun. Nenek itu tampak begitu sayang pada Desma.
 
Setelah pamit dan mengucapkan terimakasih, dengan hati-hati, Desma membawa obor yang diberikan nenek tadi. Obor itu terbuat dari potongan bambu yang di isi dengan kain yang di basahi minyak tanah. Kain itu dimasukkan ke dalam potongan bambu itu dan ujungnya disulut dengan api. Desma berusaha agar api itu tidak basah oleh air.
 
Sekujur tubuh Desma terasa dingin. Ia terus saja melangkahkan kakinya. Akhirnya, ia sampai di rumahnya. Desma menghela nafas sejenak. Perasaanya tersa lega. Desma segera masuk. Tetapi perasaanya kembali gelisah. Rumahnya ternyata hanya di tunggui adiknya. Dugaan Desma ternyata benar. Emaknya telah pergi mencarinya.
 
Desma kembali menyalakan obor. Ia segera pergi. Menurut adiknya, ibu mencari ke kampung seberang. Kampung seberang berada di seberang sungai yang melintas di desanya. Tadi sore Desma memang berjualan ke sana. 
 
Desma kembali berjalan menerobos hujan. Langkahya dipercepat. Ia ingin segera tiba di kampung seberang. Tak jauh dari rumahya, terdapat sebuah sungai, Antara kampungnya dan kampung seberang dihubungkan oleh sebuah jembatan. Lewat jembatan itulah Desma biasanya pulang pergi ke seberang.
 
Tak lama berjalan, tiba-tiba terdengar suara benda berat yang runtuh."Brak...brak..brak..bum...", kemudian hening mencekam. Suara apakah itu? Desma tidak jadi melangkah.
 
Desma mencari arah datangnya suara tersebut. Rasa-rasanya suara itu datang dari arah jembatan.
Desma melangkah ke arah jembatan. Obor diangkatnya tinggi-tinggi sehingga menerangi jalan. Desma terus melangkah.
 
Ternyata jembatan itu telah di hantam air Bah yang meluap, Besi tiang jembatan itu ikut jatuh ke dalam air sungai.
Desma menjadi panik. Pikiranya menjadi kacau. Bukankah emak harus melewati jembatan ini untuk sampai ke rumah. Desma semakin cemas.
 
Dengan sekuat tenaga, Desma berteriak minta tolong. "Tolongg...tolong..jembatan runtuh..!"suaranya hilang ditelan gemuruh air sungai dan terpaan hujan yang tak mau kompromi.
 
Berkali-kali Desma berteriak, tapi tak seorang pun yang bisa mendenganrnya.
Ingin dia berlari mengatakan pada penduduk, tapi tempat itu jauh dari keramaian. Ia semakin cemas, mungkinkah emak ikut jatuh ke dalam sungai?
 
Ah...tak mungkin...tak mungkin!
Desma tak tau harus pergi kemana. Ia benar-benar bingung dan cemas.
Baiklah, aku segera memberitahukan hal ini kepada orang di ujung jalan itu, bisik Desma dalam hati.
Baru saja ia hendak pergi, sebuah cahaya terang muncul dan bergerak cepat.
Celaka .... sebuah bus penumpang akan segera lewat!"
Bus itu semakin mendekat dan meluncur deras menuju jembatan yang telah ambruk itu. Dengan cepat Desma bergerak ke tengah jalan sambil mengangkat obor tinggi-tinggi.
 
Ia tak peduli lagi dengan keselamatan dirinya, bus dan penumpangnya harus dapat di selamatkan.
Dalam jarak yang amat dekat. Pak sopir menginjak rem secara mendadak. Desma hampir saja dihantam bus yang serat penumpang itu.
 
Karena tak kuasa lagi memegang obor, persendian Desma terasa goyah, pandangannya kabur. Akhirnya ia roboh tak sadarkan diri.
Tatkala setelah sadar, banyak orang di sekelilingnya. Di antara mereka juga terlihat emak Desma. Matanya bengkak, ia menanggis.
 
Di sebelahnya terlihat adik yang tengah memandangi desma dengan sayu. Desma baru menyadari kalau dia sekarang berada di rumah sakit. Orang-orang cukup ramai menjenguk nya, sebagian adalah penumpang bus yang selamat itu. Berbagai hadiah diberikan mereka. Kepala kampung dan beberapa tokoh masyarakat juga hadir. Mereka menyalami Desma dan memuji pengorbanannya.
"Tanpa budi baik Nak Desma, entah apalah jadinya nasib keluarga kami." ujar salah satu penumpang bus.
 
Penghargaan pada Desma ternyata tidak sampai disitu saja. Di sekolah guru-guru sering memuji-muji Desma. Ia dijadikan teladan bagi teman-temanya.
 
Penghargaan lain datang dari pemilik bus yang di tolong oleh Desma. Karena Desma berbudi pekerti baik, mereka ingin mengangkat Desma sebagai anaknya. Mereka akan membiayai sekolah Desma dan memberikan bimbingan dan bantuan yang di perlukan Desma dalam menuntut ilmu.

Hai para siswa, sudahkah kalian belajar hari ini? jawabannya saya yakin sudah!, tapi apakah belajar kalian sudah efektif dan efisien?

Kali ini gussmart akan membahas 10 Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas yang Efektif dan Efisien 

Belajar pagi para siswa adalah sebuah kewajiban, kewajiban yang melekat pada predikat yang disandangnya yaitu : Pelajar. Pelajar = belajar, Pelajar yang baik ya harus belajar yang baik, belajar yang baik adalah belajar yang menghasilkan peningkatan pengetahuan, sikap dan atau ketrampilannya. Belajar yang baik seharusnya belajar yang dapat mendukung pencapaian tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Belajar yang berkualitas bagi seorang pelajar adalah belajar yang efektif dan efisien.   Belajar  yang tidak bermutu sama dengan buang-buang energi. Buang-buang energi setali tiga uang dengan menyia-nyiakan umur. Kalau usia muda hilang karena kesia-siaan maka tidak akan dapat diambil kembali.

Bagaimana  cara belajar yang efektif dan efisien itu?
Berikut 10 Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas yang Efektif dan Efisien  yang dapat kalian praktikkan,

  1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat
  2. Tentukan tujuan belajar, belajar untuk apa, untuk mencapai apa, untuk menguasai apa atau untuk tujuan apa? menentukan tujuan belajar akan membuat belajarmu bisa lurus di jalurnya dan tidak menggak-menggok
  3. Tentukan target hidup yang ingin dicapai dari hasil belajar, misalnya nilai ulangan tinggi, nilai raport memuaskan atau lulus dengan prestasi. menentukan target hidup akan memberi motivasi agar belajar terus bersemangat. bila perlu tuliskan target hidup kalian sebagai cita-cita dan tempelkan di tempat yang bisa kalian lihat setiap hari.
  4. Buatlah jadwal belajar dan taati jadwal itu. Buatlah jadwal jam berapa saja kalian harus belajar dan berapa lama kalian belajar. Belajar yang terjadwal akan menjadi pedoman harian bagi kalian untuk tetap belajar setiap hari tanpa absen, berikan sanksi diri jika kalian melanggarnya, misalnya dengan menggantinya di jam yang lain hari itu dengan durasi yang sama persis dan ditambah menghafal lima suku kata bahasa Inggris dan lain-lain. Ingat : singkat OK  tapi rutin, jangan SKSan. Belajar singkat tapi rutin jauh lebih baik dari sistem kebut semalam, 
  5. Istirahatlah, berikan rehat bagi diri kalian sendiri dari aktifitas belajar, misalnya setelah belajar selama satu jam istirahatlah selama 5 sampai 10 menit dengan kegiatan santai yang kalian sukai, sekedar minum atau jalan-jalan sebentar
  6. Tuliskan dan tandai, tuliskan hal-hal penting dari yang dipelajari dari buku sumber belajar dalam buku catatan, buatlah ringkasan atau kata-kata kunci, kalau perlu buat jembatan keledai agar mudah diingat. Tandai bagian yang penting dari buku sumber dengan tanda-tanda yang menarik dan mudah dilihat, kalau buku itu milik sendiri bisa menggunakan stabilo atau pensil warna, kalau ingin buku tetap bersih bisa menggunakan potongan kertas warna-warni yang diselipkan di halaman buku yang diinginkan
  7. Kondisikan dan nikmati, kondisikan ruang belajar kamu agar nyaman untuk belajar, atur sedemikian rupa sehingga meja, kursi, rak buku, dan lampu pada posisi yang pas untuk mendukung kenyamanan belajar, berikan hiasan yang membuat kamu nyaman dan senang berada disana, bermainlah dengan warna-warna yang cerah dan lembut untuk cat tembok dan furniture, kalau memungkinkan berilah tanaman hijau dalam pot yang cocok untuk indoor agar suasana segar dapat kau rasakan, setelah itu nikmati
  8. Jauhkan semua gangguan, kalau tidak bisa, maka kalian yang harus menjauhinya, misalnya televisi, yang terbaik terkait dengan televisi ini adalah adanya kesepakatan seluruh anggota keluarga yaitu dengan tidak menghidupkan televisi pada jam-jam belajar
  9. Kenali tipe belajarmu, kalau kamu suka belajar dengan simbol, gambar dan visualisasi maka belajarlah yang melibatkan hal-hal visual yang akan membuatmu tertarik, misalnya dengan memperhatikan gambar-gambar pada buku sumber kemudian menelaah penjelasannya, gunakan ilustrasi dan warna yang bervariasi dalam buku catatanmu agar selalu berminat untuk mempelarinya. Kalau kamu suka belajar dengan mendengarkan suara kamu bisa membaca sambil bersuara, atau sambil mendengarkan suara lain yang kamu sukai
  10. Baca, baca, dan baca, jangan bosan jangan malas untuk membaca dan terus giat membaca, karena membaca menjadi pintu masuk pengetahuan dan wawasan yang merupakan tahapan belajar dasar, semua sumber belajar sekarang ini kebanyakan berbasis teks, jadi jangan malas untuk membaca, kalau ada waktu luang diluar jadwal belajarmu gunakan untuk membaca agar wawasanmu makin luas dan pengetahuanmu terus bertambah.


Demikian 10 Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas yang Efektif dan Efisien , berani mencoba? kalau ada yang punya trik lain monggo di share di komentar
Semoga bermanfaat ya, selamat belajar !

Sumber

Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

 

Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

 

Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalahmembangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

 

Sumber

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur vitae arcu orci. Quisque neque velit, fermentum
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer nec odio. Praesent libero. Sed cursus ante dapibus
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer nec odio. Praesent libero. Sed cursus ante dapibus
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur vitae arcu orci. Quisque neque velit, fermentum
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur vitae arcu orci. Quisque neque velit, fermentum
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur vitae arcu orci. Quisque neque velit, fermentum sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur vitae arcu orci. Quisque neque velit, fermentum sit amet
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 2

One Day One Ayat

Rampak Bedug SDT Bina Ilmu