Pelajaran Hidup

Pelajaran Hidup (1)

Raja Namrud seorang raja Babilonia yang berkuasa dan mengaku dirinya tuhan. Dia sangat membenci Nabi Ibrahim AS hingga ia berencana untuk membunuhnya. Raja Namrud mempersiapkan 700.000 tentaranya. Dia pun menantang dengan kesembongannya. 

“Wahai Ibrahim, bukankah Tuhanmu memiliki bala tentara? Kerahkan bala tentara itu untuk melawan tentaraku,” kata Raja Namrud.

Kemudian, Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah. Ia meminta Allah mendatangkan bala tentara dari makhluk-Nya yang paling lemah, yaitu nyamuk. Dalam surat Al-Fath Ayat 4 dinyatakan bahwa bala tentara di langit dan di bumi adalah adalah kepunyaan Allah. Bala tentara itu dijadikan Allah sebagai penolong untuk orang-orang Mukmin. 

Tiba-tiba terdengar suara desingan. Raja Namrud dan tentaranya terkejut. Raja Namrud bertanya, “Suara apakah itu?” Nabi Ibrahim menjawab, “itulah bala tentaraku”. Ternyata nyamuk-nyamuk bergerak ke arah tentara Namrud. 

Pada awalnya, Raja Namrud mentertawakannya karena bala tentara Nabi Ibrahim hanyalah nyamuk. Namun setelah melihat nyamuk dalam jumlah besar, ia menjadi ketakutan. Nyamuk-nyamuk itu menyerang tentara Namrud. 

Tentara Namrud berusaha menghalau dan membunuh nyamuk-nyamuk itu. Namun, semua itu sia-sia saja karena jumlah nyamuk itu sangat banyak. Dengan ijin Allah, nyamuk-nyamuk itu menghisap darah bala tentara Namrud. Seluruh darah yang ada di tubuh dihisap hingga tubuhnya hanya tampak tulang. Semua tentara Namrud mati.

Sementara itu, Raja Namrud bersembunyi dalam istananya selama tiga hari. Ia merasa sudah aman dari nyamuk-nyamuk itu. Namun, Raja Nyamuk berhasil menemukannya. Raja Namrud berusaha menghabisi Raja Nyamuk. Akan tetapi ia tidak berhasil. Raja nyamuk masuk ke hidung Namrud. Saat masuk ke dalam kepalanya, Raja Nyamuk menggerogoti otak Namrud. Selama berhari-hari, nyamuk itu berada dalam tubuh Raja Namrud.

Namrud kesakitan tiada terkira. Ia pun meminta istri dan pelanyannya untuk memukul kepalanya dengan sekuat tenaga. Awalnya istri dan pelayannya menolak untuk memukul Raja Namrud. Namun, karena diancam akan dibunuh, merekapun bersedia melakukannya. Dengan sekuat tenaga mereka memukul kepala Raja Namrud. Pemukulan itu telah menyebabkan Raja Namrud mati.

Dari kisah di atas kita bisa memetik hikmah yang sangat berharga bahwa makhluk Allah yang sangat lemah seperti nyamuk saja dapat mengalahkan kekuatan manusia yang sangat kuat dan angkuh. Nyamuk yang kita anggap makhluk kecil pengganggu manusia ini banyak sekali manfaat dan pelajaran yang membuat kita semakin yakin akan Kemahabesaran Allah.

Saat ini rakyat Indonesia juga tengah direpotkan makhluk jenis serangga penghisap darah yang menyebabkan penyakit DBD. Bahkan di beberapa daerah yang terjangkit DBD sampai menimbulkan korban jiwa. Dari sekian banyak makhluk Allah, fakta empirik menunjukkan nyamuk merupakan serangga yang paling banyak membunuh manusia, meskipun ukurannya tergolong sangat kecil. Tentu kita sebagai Muslim sangat prihatin dan turut berduka cita atas wabah endimi dimusim penghujan ini. 

Manusia yang dianugerahi akal dan pikiran, seharusnya bisa memetik beberapa pelajaran dari seekor nyamuk. Pertama, hanya orang yang mampu mengambil pelajaran dari berbagai tamsil Al-Qur'an yang bakal meraih petunjuk.

Kedua, ayat tentang nyamuk diselipkan di sela-sela ayat aqidah dan ibadah. Ini memberi isyarat bahwa sebagai Mukmin harus beriman dan beramal saleh, selain mentadabburi ayat Al-Qur'an, diperlukan juga tafakkur alam, bahkan sampai makhluk kecil seperti nyamuk.

Ketiga, sifat orang fasik menurut ayat ini antara lain; tidak mengambil petunjuk dari tamsil Al-Qur'an, telah menyatakan iman tapi tidak memenuhi kewajiban keimanan, memutuskan tali silaturahim, berbuat kerusakan di muka bumi, dan mudah tergoda untuk melanggar aturan Ilahi.

Keempat, orang fasik bakal menderita kerugian, baik di dunia kini, maupun di akhirat kelak. Dalam rangka peningkatan keimanan, maka mesti tekun mempelajari Al-Qur'an dan meneliti alam. Dengan tadabbur Al-Qur'an dan tafakkur alam tersebut diharapkan menjadi Mukmin yang sejati jauh dari kefasikan dan kemunafikan.

Kelima, perumpamaan yang disampaikan Al-Qur'an akan menjadi pelajaran berharga bagi umat beriman. Jika perumpamaan tersebut menimbulkan kesesatan, berarti yang mempelajarinya dalam keadaan fasik. Nyamuk dalam ayat ini sebagai bahan kajian dan pelajaran. Dengan nyamuk ada manusia menjadi menderita, karena tidak menggunakan akal fikirannya untuk mengambil manfaat. Ada pula orang yang meraih manfaat dengan nyamuk tersebut, karena mampu menggunakan akal fikirannya.

Keenam, belajar dari nyamuk sungguh sangat menarik perhatian. Ayat ke 26 Surat Albaqarah secara tidak langsung memotivasi dan mengilhami kita semua untuk mau belajar dari nyamuk. Karena tidak mungkin Allah SWT membuat perumpamaan tanpa ada pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh yang mau mempelajarinya. //Wallahu 'alam bish shawab//
# Penulis adalah pengajar dan pendidik di SD Terpadu Bina Ilmu Parung Bogor Jawa Barat 16330

One Day One Ayat

Rampak Bedug SDT Bina Ilmu