BIL.SCH.ID, PARUNG--Sudah menjadi tradisi yang mengakar di Sekolah Dasar Terpadu (SDT)  Bina Ilmu Parung, Bogor, untuk menghafal satu ayat setiap harinya. Tradisi tersebut terjaga melalui pelaksanaan program one day one ayat(ODOA).

 Program tersebut dimulai pukul 06.30 Wib setiap harinya sebelum jam belajar dimulai. Para pelajar berkumpul di halaman depan sekolah beralaskan karpet merah. Kemudian didampingi para guru yang secara langsung mengawasi hafalan mereka.

 Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran Al-Qur’an SDT Bina Ilmu. Haji Momon Abdul Rohman, mengatakan, tujuan dari pada odoa adalah untuk mempersiapkan anak-anak agar mereka minimal hafal juz 30 sebagai bekal mereka setelah lulus dari SDT Bina Ilmu. ‘’Disampaikan setiap hari satu sampai dua ayat dan itu berulang-ulang sehingga setelah lulus kelas enam betapa melekatnya dalam ingatan mereka juz 30,’’jelasnya.

 Menurut salah satu pengurus Lembaga Kaligrafi (Lemka), kalau dengan metode biasa atau metode konvensional anak-anak sering lupa. ‘’Ini hanya mendengar, mendengar itu walapun anak tidak aktif mereka tetap mendengar dan oleh karena itu jauh lebih efektif dari metode konvensional,’’jelasnya.

 Momon menjelaskan program ODOA dihahului dengan shalat dhuha minimal empat rakaat, setelah itu berdoa bersama, doa shalat dhuha, dan doa-doa yang lainnya terutama mendokan orang-orang yang sakit dan doa cita-cita bagi kita semua.

 Kegiatan ODOA dilanjutkan dengan pelajaran bahasa Inggris dan Arab yang ditangani oleh guru bahasa Inggris dan bahasa Arab. Secara tidak langsung mufradat untuk membiasakan mereka conversation setiap hari bahasa Inggris dan bahasa Arab.

‘’Selanjutnya ditambah dengan pelajaran yang sudah hilang yang sudah kita tidak pakai lagi sekarang yaitu pelajaran raraban perkalian yang jaman dulu dihafal. Sekarang akan disampaikan juga akan ditambah dengan materi ibadah tapi yang bersifat hafalan.

Jadi kita tidak membebani mereka berpikir mereka menghafal melalui nyanyain, menghafal melalui syair-syair dan sebagainya sehingga tidak perlu membebeni pikiran mereka,’’tandas Momon.

Kepala SDT Bina Ilmu Drs Budi Siswadi Johan mengatakan terdapat tujuan mulia dari program ODOA yang sudah berlangsung selama empat tahun yaitu membumikan alqura’n sejak dini. ‘’Harapannya jelas membiasakan anak dengan Al-Qur’an dengan begitu anak tidak lagi kesulitan untuk menghafal dan mengamalkannya,’’ucap BS Johan.

Naskah dan foto: Aboy Montoya/Bil.sch.id

One Day One Ayat

Rampak Bedug SDT Bina Ilmu